Thursday, September 30, 2010

AKU


AKU
(Chairil Anwar)

Kalau sampai waktuku
Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa lari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi

Labels:


Read more!

Tuesday, September 21, 2010

Hadiah Lintang di 敬老の日2010

敬老の日
Akhir minggu kemarin adalah long weekend di Jepang karena adanya 敬老の日(keirou no hi) atau hari penghargaan kepada orang yang sudah tua. 敬老の日ini sebenarnya jatuh pada tanggal 15 September, namun sejak berlakunya aturan happy monday system di Jepang pada tahun 2003, hari libur 敬老の日ini digeser ke hari senin minggu ketiga bulan September. Jadilah kita ber-long weekend.

りんご病
Di 敬老の日ini nduk Lintang memberikan hadiah special meski dalam kondisi sakit. Lintang ちゃん terinfeksi erythrovirus. Yup Lintang terserang erythema infectiosum. Di Jepang, penyakit ini dikenal dengan nama りんご病(ringo byou) karena penderita penyakit ini biasanya pipinya menjadi merah merona seperti buah apel atau りんご(ringo) dalam bahasa Jepangnya.

Dalam 3 hari berturut2x Lintang dibawa ke dokter, 2 kali ke 福岡急患診療センター (Fukuoka kyuukan shinryou sentaa) atau emergency medical center Fukuoka dan 1 kali ke しもむら小児科(Shimamura shounika). Sebenarnya tiap kali Lintang sakit, selalu dibawa ke しもむら小児科 namun karena pada saat hari libur, satu2xnya clinic atau rumah sakit yang available di Fukuoka adalah 福岡急患診療センターsaja. Jadilah kita bawa ke sana meski jaraknya cukup jauh dari tempat tinggal kami.

Hadiah dari nduk Lintang di 敬老の日
Ada 2 hadiah special yang diberikan nduk Lintang ke bapak-ibunya.
1. Pada saat Lintang dibawa ke しもむら小児科, hanya saya sendiri yang bisa mengantar karena ibu-nya kudu datang ke kampus buat nyelesai'in pekerjaan yang sempat ke-pending. Perasaan agak gugup apakah bisa mengantar sendiri sebenarnya ada meski ini adalah untuk yang kedua kalinya aku mengantar sendiri Lintang ke 小児科. Bukan karena ada masalah dengan ke-PeDe'an ku namun karena 日本語(nihongo/bahasa Jepang)-ku yang jelek. Apakah aku nanti bisa menjelaskan dengan baik atau bisa berkomunikasi dengan baik dengan dokternya menjadi ke was2x'ku karena untuk kali ini penyakit Lintang sepertinya tidak mudah untuk dijelaskan. Selain itu, kemungkinan Lintang rewel saat diperiksa juga ada. Biasanya Lintang nangis atau paling tidak rewel saat diperiksa dokter. Namun, hari itu.. Lintang bersikap cooperative sampai membuat dokternya kaget. Saat diminta buka baju, Lintang dengan senang hati mempersilahkan.. malah saat diminta untuk membuka mulut dengan dibilang, "Lintang chan.. aaaa...", Lintang ikutan bilang "aaaa....". Padahal step periksa mulut sangat dibenci Lintang. Pada saat diminta buka mulut biasanya malah meronta2x bilang, "iee.. ieee.... ieeeee.....". Setelah periksa, Lintang memberi kode 大丈夫(daijoubu) yang artinya baik2x saja setelah aku tanya ke Lintang apakah dia baik2x saja dengan tanda peace seperti foto disamping.
2. Dengan menunjukkan bahwa Lintang chan udah sehat wal afiat, pagi tadi dia memberi kode saat diukur suhu badannya. Termometer menunjukkan 35.81 derajat celcius. Urutan nomor 3-5-8-1 sangatlah berarti di keluarga kami karena itu adalah hari kelahiran ibu tercinta Lintang. Mungkin dengan kode itu Lintang ingin menyampaikan ke ibunya bahwa Lintang chan sudah sehat, baik2x saja ke ibunya yang sempat sangat khawatir saat Lintang sakit.


Labels: ,


Read more!

Wednesday, September 15, 2010

Dirgahayu ke-5: Semarang-BukitTinggi-Ayu(ku)

Dulu waktu kecil saya sering sekali ke Semarang, ngikut bapak kirim barang tentunya. Semarang adalah kota favoritku waktu itu. Biasa, anak kampung.. anak udik (Udik disini bukan nama orang loh yah! perlu saya pertegaskan karena saya ini asli anaknya pa'e Wasir lan bu'e Suminah).. tentunya senang sekali bisa datang ke kota besar dan bisa melihat banyak hal mulai dari kunjungan ke saudara2x di bonbin alias kebunnya binatang ato yang lebih keren lagi dikenal dengan zoo.. sampai menyalurkan hobby beli dan baca komik di Gramedia. Perasaan saya waktu itu sangat dekat dengan Semarang.

Dulu waktu kecil saya juga mengidolakan kota BukitTinggi. Setelah menyaksikan BukitTinggi yang tampak unik dan indah sekali di salah satu acara yang ditayangkan oleh "TVRI Yogyakarta dan sekitarnya", saya berniat untuk mengunjungi kota tsb suatu saat nanti. Apalagi ditambah kenyataan bahwa bung Hatta juga lahir di kota ini.

Nah.. setelah kuliah.. saya mulai mendengar dan mengaggumi nama "Ayu". Masih ingat dulu waktu jalan bareng sama teman, waktu di angkot dago-kalapa, kita secara kebetulan bertemu dengan pacar teman saya ini. Tentunya saya diperkenalkan donk sama pacarnya untuk menghindari kecurigaan pacarnya dia ke saya.. hehehe.. Waktu mendengar namanya Ayu, kontan saja tanpa delay saya bilang namanya bagus.. so, Ayu adalah nama favorit saya (sayang nama Lintang ga ada Ayu-nya karena proposal yang saya ajukan ke ibunya ditolak.. hiks..).

LALU.. tak terLINTAS dibenakku waktu itu, ketiga keywords tsb, Semarang-BukitTinggi-Ayu(ku) akan menjadi bagian terpenting dalam sejarah hidupku. [Disini kata Ayu akan selalu tertulis "Ayu(ku)" karena Ayu yang dimaksud dalam tulisan ini adalah "the special one" Ayu buatku, mengingat banyak sekali nama Ayu yang bertebaran baik di Indonesia maupun di Jepang sini].

Pada tahun 2003 di bulan Juli, tak sengaja aku lewat tenda biru disebelah gedung kimia dan melihat seorang gadis (saat itu masih gadis) yang lagi patah-hati menghadapi suatu kenyataan (maaf bagian ini disensor.. hehehe.. jika mau konfirmasi lebih lanjut bisa langsung ke ybs) sedang jongkok di depan gedung bersama teman curhatnya. Pada saat itu juga aku terjatuh sama cinta.. istilah kerennya falling in love..

Tau enggak??...
(hehehehe.. udah kaya pemuda gaul ga sih??)

Ternyat gadis itu bernama Ayu yang lahir di Semarang dan keturunan BukitTinggi.. woww (at least dalam pikiran saya.. perffeto! una coincidenza?? wakaranai??)..

Pernah dengar kata mbak Oprah Winfrey yang terkenal itu?
"I always knew I was destined for greatness"

Maaf untuk quote di atas saya tidak bisa menjelaskan maksud dari ungkapannya mbak Winfrey lebih lanjut karena setelah aku tanya ke om Trans anaknya mbah google kok kata2x mbak Winfrey menjadi seperti ini, "Aku selalu tahu bahwa aku ditakdirkan untuk kebesaran" (Ekspresi orang Jepang kalo sedang heran, "hhhheeeeeeeeeee?????" sambil memasang muka ditekuk kebawah). Hmmm.. Tapi emang besar sih.. mbak Winfrey kan emang besar tho?? jadi ga salah juga kalo beliau bilang begitu..

Namun yang pasti, setelah pertemuan di NHI, Semarang - BukitTinggi - Ayu(ku) telah menjadi bagian terpenting dalam sejarah hidupku.

Semarang akan selalu menjadi kota tujuan landingku kalo mudik ke Jawa (soalnya di Juwana ga ada bandara)..
BukitTinggi akan selalu menjadi kota rutin kunjunganku..
Ayu(ku) akan selalu menemaniku.

note: tulisan ini dibuat dalam rangka memperingati dirgahayu ke-5 kami.

Labels: ,


Read more!

Tuesday, September 07, 2010

32 tahun yang lalu (bag. 1)

32 tahun yl.. (udah lumayan "dewasa" ternyata :p)..

Di pagi yang indah, pada hari Jumat tanggal 8 September 1978, disebuah rumah mungil yang terletak di desa Growong Lor, di kota kecil yang bernama Juwana, lahir anak kecil dari seorang ibu yang penyayang dan penyabar. Anak ini adalah anak ketiga dari pasangan Wasir-Suminah setelah Harwiyono (5 tahun) dan Agung Budiyono (2 tahun).

Anak ini sejak lahir sering sakit-sakitan hingga umur 5 tahun yang sering membuat orang tua-nya cemas.. resah dan gelisah. Karena sering sakit, anak ini jadinya kurang lincah. Yang namanya fase merangkak tidak pernah dilalui. Bisa berjalan pun setelah berumur 2 tahun.

Segala usaha telah dilakukan untuk membuat kondisi anak ini membaik. Dari usaha ke dokter anak sampai ke "orang pinter" semua telah dilalui. Fase perubahan nama anak pun telah dilakukan. Dulu di Jawa konon, jika nama anak terlalu keren dan anak tsb tidak bisa menanggung nama tsb, anak bisa sakit2xan.

Hanya dengan kasih sayang kedua orangtuanya dan keluarganya, akhirnya anak ini bisa tumbuh dengan baik meski kerikil kehidupan selalu ada.

Saat ini,
Anak tsb telah tumbuh dewasa. Telah menjadi suami dari istri yang cantik dan baikhati, suka menolong, gemar menabung, rajin belajar dan suka bernyanyi, dan juga telah mempunyai seorang anak perempuan yang telah berumur 2 tahun yang cantik dan lucu sekali, yang sayang sekali ke ibunya.

Saat ini,
Anak yang telah tumbuh dewasa ini ingin mencoba berbagi kebahagiaan yang di wariskan ibu-bapak dan keluarga besarnya ke keluarga kecilnya dan ingin membuat kedua orang tuanya dan orang2x yang membantu anak ini tumbuh menjadi bangga dan bahagia. Meski sampai saat ini, setelah 32 tahun, anak ini merasa belum bisa melakukan hal itu semua dengan baik.. tapi.. anak ini akan terus berusaha.

Sebagai penutup bagian ini,
Dari lubuk hati, anak ini ingin mengucapkan terimakasih sedalam2xnya untuk seluruh keluarga yang membantu dan mendukung anak ini bisa tumbuh dengan baik, khususnya untuk bu'e, pak'e, mbah putri, Ayuku dan Lintangku.

Aku bahagia..

Labels: ,


Read more!

Wednesday, September 01, 2010

Yang dapat di percaya -2 (Bimasena Mencari Ketentraman Sejati)

Kepercayaan kadangkala juga disalahgunakan. Seperti yang dialami oleh Werkudara a.k.a Bima a.k.a Sena a.k.a Bimasena dicerita "Bimasena mencari ketentraman sejati". Dengan modal kepercayaan Bimasena ke sang guru Durna, Durna mencoba membunuh Bimasena dengan cara memanfaatkan kepercayaan Bimasena ke dirinya.

Cerita dibawah ditulis kakak saya, Harwiyono.
Saya hanya copy paste untuk tulisan di bawah.

Bimasena Mencari Ketentraman Sejati

Ooooong bumi gunjang ganjing langit kelap-kelap kaaaaton... Oooong... trok
tok tok tok...

Sejenak sang guru Durna menahan rasa sedihnya karena para Kurawa muridnya
yang selama ini selalu menyuapnya dengan kekayaan dan martabat,
merengek-rengek agar Durna mau merencanakan pembunuhan atas Bimasena, murid
kesayangannya. Para kurawa yakin bahwa jika Bimasena dapat dibunuh, maka
pandawa yang lainnya lebih mudah mengalahkannya. Sementara sang guru Durna
merasa sayang karena Bimasena memiliki kekuatan fisik dan moral yang sangat
menakjubkan, jauh menonjol dari para murid-muridnya yang lain. Bimasena
adalah satu-satunya murid yang paling antusias dalam pelajaran ilmu
kesejatian hidup.

Tapi kekayaan dan martabat di Astina ternyata memenangkan pertarungan batin
dalam diri sang guru. Rencana jahat pun dia susun. Sang guru tahu, bahwa
satu-satunya jalan untuk membunuh Bimasena hanyalah kekuatan alam. Gunung
yang tertinggi dengan jurang yang curam atau samudra yang luas dengan
palung-palungnya yang sangat dalam. Sang Durna ingin memanfaatkan karakter
Bimasena yang selalu menurut dan sangat setia kepadanya.

Sementara itu, Bimasena sedang merasa sakit hatinya. Seperti ada beban yang
menghimpit batinnya dan membuat ia tidak merasa tentram. Memikirkan
kejahatan para sepupunya, Kurawa, menyaksikan keserakahan mereka, membuat
ia tidak bisa tidur. Hanya gurunya, Durna, tempat ia mendiskusikan beban
batinnya. Maka keinginan yang mulia dari Bimasena untuk mencari kesejatian
dan ketentraman hidup bertemu dengan rencana jahat sang guru.

Sang guru bersabda bahwa kesejatian dan ketentraman hidup itu ada dalam air
kehidupan (perwitasari) yang ada di atas gunung keramat tertinggi. Sang
Bima pun tak bisa dihalangi untuk berangkat bersama tangisan ibunya, Kunthi
dan restu saudara-saudaranya, Pandawa.

Dalam perjalanan pendakian itu Bima tidak hanya mampu mengalahkan keganasan
alam tapi juga mengalahkan kekuatan fisiknya sendiri. Pengembaraan ini
membawanya kepada Arimbi, putri cantik kerajaan raksasa yang kagum akan
ketangguhan fisik dan mentalnya. Seorang manusia yang bermental raksasa.
Mereka menikah. Dan anugrah untuk Bima adalah seorang anak yang diberi nama
Gatotkaca. Seorang ksatria yang mampu mengalahkan hukum alam yaitu
gravitasi bumi dan tidak mempan oleh senjata buatan manusia. Sebuah
perjalanan yang tadinya dirancang oleh gurunya untuk menjadi jalan
kematian, justru mendatangkan anugerah, dengan lahirnya seorang anak yang
patut dibanggakan.

Tetapi Bimasena tidak mau berhenti sampai di sini, kesejatian hidup belum
ia temukan di sini. Sang guru mengatakan di puncak gunung, dan ia pun
melangkah kembali bersama restu Arimbi. Di puncak gunung, sampailah ia
dalam perjumpaan dengan dua raksasa sakti yang mengeroyoknya. Bima tidak
putus asa hingga kedua raksasa itu dikalahkannya. Betapa terkejutnya ia,
ketika melihat dua raksasa itu seketika berubah ujud menjadi dua dewa
kahyangan. Dan keduanya mengucapkan terimakasih kepada sang Bima, karena
kemauan keras sang Bima untuk mengalahkan segala rintangan telah
membebaskan mereka dari kutukan. Hanya apabila ada seorang anak manusia
mampu mengalahkan kedua raksasa itu, maka kutukan itu terbebaskan. Bagi
kedua dewa ini, Bimasena adalah mesias yang mereka tunggu selama
bertahun-tahun. Perjalanan kematian sang Bima versi guru Durna, telah
menjadi jalan kelepasan bagi kedua dewa kahyangan. Sang Bima menyampaikan
pencariannya yaitu air kehidupan, tetapi kedua dewa bersabda bahwa yang ia
cari tidak ada di atas gunung ini.

Bimasena dengan sedih kembali kepada gurunya Durna, dan menceritakan
kegagalannya menemukan air kehidupan. Sedangkan sang guru semakin takjub
karena murid kesayangannya masih hidup. Dan kembali ia merancang jalan
kematian Bima dengan bersabda bahwa air kehidupan itu pasti ada di dasar
samudera terdalam.

Tanpa menunggu lama, sang Bima segera meloncat ke samudera. Perlahan dia
masuk ke dalam aliran samudera yang besar dan makin menenggelamkannya.
Tanpa ia sadari seekor ular naga, raja penguasa samudera telah melilitnya.
Sang Bima ternyata tidak mudah menyerah, bahkan mampu menaklukkan raja
Naga. Karena kekagumannya, sang raja menyerahkan putrinya sebagai istri
Bima. Dan lahirlah Antareja, seorang ksatria yang juga mampu mengalahkan
hukum alam. Dialah satu-satunya ksatria yang mampu keluar masuk ke dalam
tanah dengan bebasnya dan tidak bisa mati kecuali oleh lidahnya sendiri.
Betul-betul anugrah yang luar biasa untuk sang Bima. Rancangan kematian
keduanya, yang dilakoninya dengan setia, membawa Bima pada berkah hidupnya
yang kedua. Tetapi itupun tidak menghentikan langkah sang Bima mencari
ketentraman hidup. Dia meninggalkan istana samudra turun menuju dasar laut
yang terdalam.

Dalam perjalanan menuju dasar, Bima menuju kepada batas kesadarannya yang
membawanya bertemu Dewa Ruci, dewa dari segala roh manusia (God of Human
Spirit). Uniknya, sang dewa memiliki kemiripan dengan Bimasena, dari ujung
rambut sampai ujung kaki, hanya dalam wujud yang jauh lebih kecil, hanya
segenggaman tangan Bima. Dalam hampir ketidak sadarannya, sang Bima
mengutarakan niatnya untuk mencari air kehidupan yang dapat membawanya pada
ketentraman batin. Kata-kata yang keluar dari mulut sang Bima tak terasa
mengalir dalam bahasa kromo halus. Sesuatu yang belum pernah ia lakukan
selama ini kepada orang lain bahkan juga kepada para dewa kahyangan. Dewa
Ruci bersabda, bahwa untuk mendapatkan ketentraman hidup, sang Bima harus
masuk ke dalam tubuhnya melalui telinganya. Suatu kemustahilan menurut sang
Bima. Tapi sang dewa menuntunnya, meletakkan segala beban batin yang selama
ini memenuhi hati dan pikiran Bima, melepaskan amarah terpendam dalam
hatinya dan mengikisnya dengan pengampunan, mengosongkan dirinya hingga
seketika roh sang Bima masuk ke dalam tubuh Dewa Ruci. Dalam tubuh dewa
Ruci, Bima menemukan ketentraman batin, kedamaian jiwa dan ketenangan
pikir. Menemukan kesejatian hidup yang selama ini dia cari. Hingga
memutuskan untuk tetap tinggal disana. Tapi sang Dewa Ruci mengingatkan
bahwa tugas hidupnya di bumi belum selesai. Masa depan yang gilang-gemilang
sudah menunggunya. Tapi bila ajalnya tiba kelak, ia akan masuk ketempat
ini.

Bimasena pulang dengan hati yang tentram. Membawa anak-anak dan istrinya
kepada sang Ibu Kunti dan saudara-saudaranya Pandawa. Bimasena telah
menemukan kesejatian hidup, bukan diatas gunung atau di dalam samudra, tapi
terpancar dalam hatinya saat pertemuannya dengan sang dewa segala roh, Dewa
Ruci. Rancangan kecelakaan yang dibuat oleh sang guru Durna, atas seijin
Gusti Allah telah menjadi perjalanan spiritual yang mengubah Bimasena
menjadi pribadi yang lengkap dan mengenal tujuan hidupnya di bumi.


Labels: , ,


Read more!

Yang dapat di percaya -1

Trust.. atau kepercayaan (read. bukan kepercayaan agama loh yah..) adalah suatu hal yang istimewa. Malah menurut saya paling istimewa dari sifat2x luhur manusia. Karena sifat bisa dipercaya menjadi pondasi dari sifat2x luhur lainnya. Kalo kita tidak dipercaya, apapun yang kita lakukan akan dianggap menuju kata2x "pamrih". Misalnya, kalo kita tidak dipercaya, kita menolong orang akan dianggap mempunyai suatu tujuan tertentu atau dikenal dengan pepatah, "ada udang dibalik rempeyek".

Kalo kita inget Rasulullah SAW, kata-kata "al amin" pasti ternginang2x di telinga kita. Al amin berarti yang bisa dipercaya, sudah melekat di diri Muhammad SAW sejak kecil. Dengan predikat al amin, ajaran yang disampaikan oleh beliau lebih mudah bisa diterima oleh beberapa kalangan.

Nah yang jadi kegundahan adalah, apabila kita dipercaya orang, dan orang yang mempercayai kita ini (anggap saja si A) mengatakan "tolong dijaga rahasia/keluhan saya ini dari orang lain". Namun dilain waktu ada orang yang sangat dipercaya (si B) yang sedikit telah mengetahui apa yang dialami si A yang menjadi rahasia tsb. Si B bertanya ke kita karena kita dianggap si B mengetahui permasalah si A, si B bertanya, " si A ada masalah yah?" kira2x apa yang akan kita lakukan?
(1) mengatakan ke si B masalah yang di alami si A yang berarti membongkar rahasia orang lain yang telah mempercayai ke kita meskipun si B ini juga sangat bisa dipercaya bisa menjaga rahasia?
(2) kita diam saja dan pura2x tidak tahu.. padahal mungkin jika si B mengetahui permasalah si A, mungkin si B bisa membantu. Dan bisa jadi karena kita pura2x tidak mengetahui padahal si B yakin kita mengetahui, si B akan menganggap kita sombong.

Silahkan untuk direnungkan karena saya sendiri juga belum mempunyai jawabannya.

Dan sebagai penutup, saya teringat perkataan bapak saya ke saya pada tahun 1996. Bapak saya bilang, "jagalah kepercayaan yang diberikan orang lain kepadamu sesulit apapun kepercayaan itu diberikan/dilaksanakan, karena kepercayaan tidak mudah didapatkan.. sekali kita tidak bisa dipercaya, akan sulit kita untuk mendapatkannya kembali". Meskipun wejangan bapak saya itu sudah 14 tahun, sampai sekarang masih teringat jelas di hati dan pikiran saya.

Matursuwun pa`e..
-dadi pengen mudik.. :)-

Labels: ,


Read more!

Wednesday, August 18, 2010

2T balado ala bune

2 minggu ini bune selalu bikin kejutan.
Biasanya bune dirumah memasak masakan jawa seperti kangkung oseng, lodeh, asem-asem, soto, sambel goreng ati, indomie, air rebus, dst.. As you knew -lah.. karena bune memang lebih suka makan makanan jawa. Eitt.. tunggu dulu bukan karena suaminya yang mempengaruhi tapi karena ada faktor sejarah makan makanan jawa sejak kecil with her favorite chef "Ni Parti" (dilihat dari namanya bisa ditebak ni Parti ini tentunya orang batak.. :p).
2 minggu ini bune tiba-tiba beralih ke masakan padang, semua yang berbau balado super pedas nan mak nyuss yang bisa membuat perut melilit-lilit tiap pagi tapi nyandu; terong balado dan tempe balado ala bune.
Disini saya ingin sharing kepada pembaca blog "tong kosong nyaring bunyinya" tata cara membuat terong balado dan tempe balado ala bune. Menurut bune, prinsipnya membuat terong balado dan tempe balado adalah sama.

Bahan:
1. Terong/tempe
2. Paprika
3. Cabe ijo dan merah
4. Tomat
5. Garam
6. Gula

Peralatan/bahan pendukung:
1. Pisau
2. Telenan (buat landasan memotong sayur/ikan/daging)
3. Wajan dan erok2xnya
4. Minyak goreng
5. Kompor
6. Blender
7. Ohmmeter

Cara memasak:
1.
- Untuk terong balado: Siapkan terong secukupnya dan jangan terlalu banyak jika takut malamnya letoy. Potong dengan ukuran bentuk sesuai selera. Rendam sebentar di air asin. Kadar garam dalam air cukup 0.05%.
- Untuk tempe balado: siapkan tempe secukupnya. Khusus buat yang tinggal di Jepang, tempenya jangan terlalu banyak karena tempe disini kan emang mahal dan kalo bisa yang sekali/dua kali/tiga kali/empat kali makan, karena takut tempe baladonya basi kalo ditinggal terlalu lama. Rendam di air asin. Kadar garam dalam air tidak lebih dari 3%.
(note: untuk melihat kadar garam dalam air bisa menggunakan metode elektrolisis dengan menggunakan alat ohmmeter).
2. Potong cabe, paprika dan tomat secukupnya. Kemudian di blending dengan menggunakan blender dengan ditambah gula dan garam secukupnya.
3. Goreng terong/tempe yang telah dipotong dan direndam di air asin. Usahakan jangan sampai terlalu matang dan juga jangan sampai masih mentah. Kalo terlalu matang, terongnya akan menjadi lembek. Dan jika tempenya terlalu matang, akan hangus. Oia, pastikan api kompor menyala! karena kalo tidak menyala, sampai lebaran kodok-pun masakannya ga akan pernah matang.
4. Angkat terong/tempe setelah dirasa sudah cukup untuk diangkat.
5. Oseng hasil bleder-an sambal sampai sesuai selera.
6. Masukan terong/tempe yang telah digoreng ke dalam oseng-an sambal.
7. Oseng kembali dan angkat serasa udah cukup sesuai selera.
8. Sajikan.
9. Selamat menikmati

dan selamat berbuka puasa :).

Peringatan keras:
1. Kesalahan memasak bisa membuat perut melilit-lilit sebelum waktunya (pagi hari)
2. Kesalahan dalam penjelasan tatacara masak di blog ini ditanggung pembaca sendiri

Labels: , ,


Read more!

Sunday, August 15, 2010

お盆, bon(g), ko-bon(g)


お盆 yang dibaca dengan o-bon (atau o-bon(g) untuk lidah Jepang) merupakan hari peringatan datangnya arwah leluhur yang selalu dibarengi panas yang menyengat. Saat mendengar kata o-bon saya jadi mikir, apakah ada hubungannya dengan kuburan orang China (di Indonesia)? Di tempat saya, kuburan orang China disebut "Bon(g)". Bon atau 盆 berarti hari peringatan pulangnya arwah leluhur bagi orang Jepang sedang "bon(g)" adalah sebutan untuk kuburan orang China di Jawa. Jadi keduanya ada korelasi, arwah leluhur dan kuburan.

Jika disini kanji "bon(g)" China sama dengan kanji 0- "bon" -nya Jepang, 盆, maka panasnya お盆 di Jepang bisa jadi berhubungan dengan panasnya di Jawa.

Kok bisa?

Tempat pemakaman China biasanya gersang tanpa pohon2x lebat, jadi "bon(g)" identik dengan panas terik matahari karena tidak ada tempat berteduh, oleh karena itu kenapa banyak orang yang datang ke pemakaman membawa payung. Dan panas di jawa bisa dikarenakan akibat kebakaran atau ko-"bon"(g). Jadi, bisa jadi mereka berhubungan. Contoh kasus misalnya:

"Soko ngendi kang? kok kringetmu mrustus gebyes koyo ngono!?"
"ko-"bon"(g) dik"

Indikasi lain yang menunjukkan panasnya お盆 berhubungan dengan panasnya Jawa,
Salah satu upacara peringatan お盆 adalah membuat api yang disebut 迎え火 (mukaebi) dan 送り火 (okuribi) untuk menyambut kedatangan dan kepulangan ke alam "sana" para leluhur. Membuat api berarti ada sesuatu yang dibakar atau di obon(g) bahasa jawanya. Dan obon(g) bisa diartikan panas.

Jadi bisa disimpulkan panasnya saat お盆 di Jepang ternyata berhubungan dengan panasnya obon(g) di Jawa.

Labels: ,


Read more!